KUPI GOES TO CAMPUS Program Kerja Sama Rumah Gender FUPI bersama KUPI dan AMAN Indonesia

Workshop bertema “Membumikan Fatwa, Menyemai Kesadaran Lingkungan” hasil kolaborasi dengan KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia), AMAN Indonesia (The Asian Muslim Action and Network) dan Daur Resik ini diadakan pada Kamis, 12 Oktober 2023 di ruang Teater lantai 4 GKT (Gedung Kuliah Terpadu) UIN Sunan Kalijaga. Hadir sebagai pemateri utama yaitu Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. dan Khofifah. Dimoderatori Acara ini diikuti oleh 100 peserta dari Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dan rombongan Fatayat NU dari Magelang.
Kegiatan ini dinisiasi oleh KUPI dan AMAN Indonesia menggandeng 17 instansi yang memenangkan bantuan hibah kegiatan dalam rangka membumikan fatwa KUPI 2. Salah satu lembaga yang mendapatkan program ini adalah Rumah Gender FUPI yang beryujuan untuk mengimplementasikan salah satu fatwa KUPI 2 yang diantaranya adalah:
- Peminggiran Perempuan dalam Menjaga NKRI dari Bahaya Kekerasan atas Nama Agama;
- Pengelolaan Sampah untuk Keberlanjutan Lingkungan Hidup dan Keselamatan Perempuan;
- Perlindungan Perempuan dari Bahaya Pemaksaan Perkawinan
- Perlindungan Jiwa Perempuan dari Bahaya Kehamilan Akibat Perkosaan; dan
- Perlindungan Perempuan dari Pemotongan dan Pelukaaan Genitalia Perempuan yang Membahayakan tanpa Alasan Medis.
Rumah Gender FUPI melandasi kegiatan dari fatwa KUPI 2 yaitu ‘Pengelolaan Sampah untuk Keberlanjutan Lingkungan Hidup dan Keselamatan Perempuan’. Tema acara ini sesuai dengan kondisi Yogyakarta yang sedang mengalami krisis sampah. Seperti diketahui, Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar yang datang dari berbagai daerah. Sehingga, penyumbang sampah bukan hanya warga asli Yogyakarta, namun juga para pendatang. Kegiatan ini ditujukan bagi para mahasiswa yang tinggal di kos, asrama maupun pesantren agar diharapkan para mahasiswa ini dapat mengelola sampah dari tempat tinggal sementaranya.
Acara berlangsung dengan lancar dari awal hingga akhir. Dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan Hymne UIN Sunan Kalijaga, pembukaan acara oleh ketua Panitia (Firman Dwi Adhitya), pembukaan oleh ketua rumah Gender FUPI (Nur Afni Khafshoh, M.Sos), penayangan video hasil musyawarah KUPI serta praktek pengelolaan sampah setelah materi berlangsung. Kemudian acara juga mendatangkan JBI (Juru Bahasa Isyarat) untuk membantu peserta difabel memahami jalannya acara.
Pemateri pertama yaitu Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. sebagai jaringan KUPI, aktivis, ulama perempuan. Beliau menyampaikan materi mengenai proses terbentuknya KUPI, hingga perdebatan dalam menghasilkan fatwa sehingga dapat diimplementasikan pada masyarakat. Menurut beliau, ulama laki-laki dan perempuan bergabung di KUPI menjadi gerakan untuk mendapatkan pengakuan bersama terkait kesetaraan gender.
Pemateri kedua yaitu Mbak Khofifah sebagai perwakilan dari Daur Resik yang memberikan terkait masalah sampah dan sosialisasi Daur Resik. Pada powerpoint yang dicontohkan dua hal dengan kondisi yang berbeda. Sebelah kanan ditunjukkan sampah yang menggunung di bak sampah dan sisi lain di tunjukkan sebuah halaman kantor dinas yag bersih. Selanjutnya ada contoh orang belanja dengan banyak tas kertas. Dari hal ini mengajak peserta untuk merefleksikan ulang terkait apa yang kita lakukan.
Usai pemateri kedua ada praktek pemilahan sampah dengan dipandu oleh Mbak Maria sebagai perwakilan dari Daur Resik. Sampah di ruang acara berasal dari barang yang dibawa oleh peserta sesuai instruksi di pamflet Workshop. Sampah botol, kosmetik dan plastik dipisah. Untuk sampah botol plastiknya dipisah, lalu tutup botol kosmetik dan botol dipisah. Selanjutnya kalau akan diberikan ke daur resik, diusahakan sudah kering.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran terhadap kondisi lingkungan dimana kita hidup. Dengan memilah sampah dari tempat tinggal maisng-masing kita telah dapat sedikit berbuat hal baik pada alam. Semoga fatwa-fatwa KUPI menjadi pedoman dan arah gerak manusia untuk selaras dengan manusia lain dan juga alamnya.(Hanifah)