Dilihat 0 Kali

05_424_International_Exposure_landscape_1920x1080.png

Jumat, 23 Oktober 2026 13:13:00 WIB

FUPI UIN Sunan Kalijaga Gelar International Exposure, Hadirkan Penasihat Hukum ICRC Geneva Dr. Ahmed Al-Dawoody

YOGYAKARTA – Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional. Pada Jumat (23/10/2026), FUPI menyelenggarakan kegiatan International Exposure bertajuk Islamic Law of War: Reading on Qur’anic Texts in Contemporary Context yang berlangsung di Ruang Dekanat Lt. 2 FUPI UIN Sunan Kalijaga, pukul 09.00–10.30 WIB.

Acara ini menghadirkan pakar hukum Islam bereputasi dunia, Dr. Ahmed Al-Dawoody, yang menjabat sebagai Legal Adviser for Islamic Law and Jurisprudence pada International Committee of the Red Cross (ICRC) di Geneva, Swis.

Dalam pemaparannya, Dr. Ahmed Al-Dawoody menyoroti pentingnya dialog antara Hukum Islam (Fiqh al-Jihad / Siyar) dan Hukum Humaniter Internasional (International Humanitarian Law - IHL). Sebagai institusi kemanusiaan independen global, ICRC memandang bahwa prinsip-prinsip perlindungan jiwa, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pembatasan tata cara berperang memiliki akar etis dan yuridis yang sangat kuat dalam tradisi hukum Islam.

"Prinsip-prinsip kemanusiaan universal yang diusung dalam hukum internasional sejalan dengan nilai-nilai maqashid syariah, khususnya dalam aspek hifzh an-nafs (perlindungan jiwa) dan perlindungan masyarakat sipil di daerah konflik," ujar pakar yang berbasis di Geneva tersebut.

Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, serta perwakilan mahasiswa jenjang sarjana dan pascasarjana ini berlangsung secara interaktif. Diskusi hangat mengemuka mengenai dinamika hukum perang kontemporer, tantangan penegakan hukum kemanusiaan di dunia Muslim, hingga peran akademisi Ushuluddin dalam mendiseminasikan narasi Islam yang inklusif dan humanis.

Pimpinan FUPI UIN Sunan Kalijaga menyambut hangat kehadiran ICRC Geneva dan menekankan bahwa forum International Exposure ini merupakan bagian dari agenda strategis fakultas untuk memperkuat kapasitas riset global mahasiswa dan dosen.

"Kehadiran Dr. Ahmed Al-Dawoody memberikan perspektif berharga bagi civitas akademika FUPI. Studi Studi Agama, Tafsir, Hadis, maupun Filsafat Islam tidak boleh berhenti pada teks klasik, tetapi harus mampu merespons isu-isu global seperti hukum kemanusiaan internasional," ungkap pimpinan fakultas dalam sambutannya.

Melalui agenda ini, FUPI UIN Sunan Kalijaga berharap kolaborasi riset dan akademik dengan lembaga internasional seperti ICRC dapat terus berlanjut di masa mendatang. (Tim Media FUPI)