YOGYAKARTA – Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik
internasional. Pada Jumat (23/10/2026), FUPI menyelenggarakan kegiatan
International Exposure bertajuk Islamic Law of War: Reading on Qur’anic
Texts in Contemporary Context yang berlangsung di Ruang Dekanat Lt. 2 FUPI
UIN Sunan Kalijaga, pukul 09.00–10.30 WIB.
Acara ini
menghadirkan pakar hukum Islam bereputasi dunia, Dr. Ahmed Al-Dawoody, yang
menjabat sebagai Legal Adviser for Islamic Law and Jurisprudence pada
International Committee of the Red Cross (ICRC) di Geneva, Swis.
Dalam
pemaparannya, Dr. Ahmed Al-Dawoody menyoroti pentingnya dialog antara Hukum
Islam (Fiqh al-Jihad / Siyar) dan Hukum Humaniter Internasional (International
Humanitarian Law - IHL). Sebagai institusi kemanusiaan independen global, ICRC
memandang bahwa prinsip-prinsip perlindungan jiwa, penghormatan terhadap
martabat manusia, serta pembatasan tata cara berperang memiliki akar etis dan
yuridis yang sangat kuat dalam tradisi hukum Islam.
"Prinsip-prinsip
kemanusiaan universal yang diusung dalam hukum internasional sejalan dengan
nilai-nilai maqashid syariah, khususnya dalam aspek hifzh an-nafs (perlindungan
jiwa) dan perlindungan masyarakat sipil di daerah konflik," ujar pakar yang
berbasis di Geneva tersebut.
Kegiatan yang
dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, serta perwakilan mahasiswa jenjang
sarjana dan pascasarjana ini berlangsung secara interaktif. Diskusi hangat
mengemuka mengenai dinamika hukum perang kontemporer, tantangan penegakan hukum
kemanusiaan di dunia Muslim, hingga peran akademisi Ushuluddin dalam
mendiseminasikan narasi Islam yang inklusif dan humanis.
Pimpinan FUPI
UIN Sunan Kalijaga menyambut hangat kehadiran ICRC Geneva dan menekankan bahwa
forum International Exposure ini merupakan bagian dari agenda strategis
fakultas untuk memperkuat kapasitas riset global mahasiswa dan dosen.
"Kehadiran
Dr. Ahmed Al-Dawoody memberikan perspektif berharga bagi civitas akademika
FUPI. Studi Studi Agama, Tafsir, Hadis, maupun Filsafat Islam tidak boleh
berhenti pada teks klasik, tetapi harus mampu merespons isu-isu global seperti
hukum kemanusiaan internasional," ungkap pimpinan fakultas dalam
sambutannya.
Melalui agenda ini, FUPI UIN Sunan Kalijaga berharap kolaborasi riset dan akademik dengan lembaga internasional seperti ICRC dapat terus berlanjut di masa mendatang. (Tim Media FUPI)