Dilihat 0 Kali

05_347_IMG_8036 (1).jpg

Jumat, 24 April 2026 16:50:00 WIB

FUPI UIN Sunan Kalijaga Taja Guest Lecture “Negotiating Islam and The State Political Thought in Malaysia and Indonesia”

Yogyakarta - Fakutlas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarat (FUPI) sukses menyelenggarakan acara guest lecture dengan menghadirkan Prof. Dr. Badlihisham bin Mohd Nasri dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Acara ini menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan akademik dan jejaring internasional di lingkungan Fakultas.  Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 FUPI pada Jumat, (24 April 2026).

 

Dekan FUPI, Prof. Dr. H. Robby Habiba Abror, M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya forum akademik untuk memperluas pemahaman mengenai relasi Islam dan negara, khususnya dalam konteks Malaysia dan Indonesia. Ia juga menyinggung isu sekularisasi sebagai fenomena yang terus berkembang dan perlu dikaji secara kritis dalam perspektif keislaman. Selain itu, menurutnya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman komprehensif mengenai dinamika sekularisasi sekaligus mendorong refleksi atas pertanyaan apakah Islam perlu bernegosiasi dengan negara.

 

Mengusung tema “Negotiating Islam and The State: Political Thought in Malaysia and Indonesia”, narasumber melalui pemaparan menegaskan bahwa relasi antara Islam dan negara tidak dapat dipahami secara dikotomis antara sekularisme dan pragmatisme semata, melainkan perlu direkonsiliasikan secara bijak dalam bingkai sejarah dan kebangsaan. Dalam semangat pemikiran Mohammad Natsir dan Ahmad Syafii Maarif, Islam dipandang sebagai kekuatan etis yang membimbing kehidupan publik, bukan sekadar instrumen legitimasi kekuasaan. Kegiatan ini pun ditutup dengan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara tersebut.

 

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga yang memiliki ketertarikan terhadap isu-isu politik keislaman. Guna menjaga kualitas diskusi, jumlah peserta dibatasi melalui proses registrasi. Melalui kegiatan ini, FUPI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang dialog akademik yang kritis dan reflektif terkait relasi agama dan negara.