Yogyakarta, 27 Oktober 2026 — Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI)
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Indonesia–Austria
Religious Dialogue pada Selasa (27/10/2026), bertempat di Ruang Rapat
Lantai 2 FUPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang
perjumpaan akademik dan dialog lintas negara untuk memperkuat pemahaman
antaragama, pertukaran gagasan, serta pengembangan kerja sama di bidang
keagamaan dan intelektual.
Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Austria, yakni Dr.
Reidegeld Michael Frank dan Fatma Akyildiz, M.A., serta dibuka oleh Dekan
Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Prof. Dr. Robby Habiba Abror, S.Ag.,
M.Hum. Kegiatan dipandu oleh Dr. Munawar Ahmad, M.Si., Wakil Dekan II FUPI,
yang bertindak sebagai pembawa acara atau master of ceremony (MC).
Forum ini juga menghadirkan 45 akademisi dan aktivis Islam
dari Austria. Kehadiran para peserta tersebut memperluas ruang dialog dan
membuka peluang pertukaran pengalaman mengenai kehidupan beragama, dinamika
masyarakat Muslim, serta tantangan hubungan antaragama dalam konteks sosial dan
budaya yang beragam.
Dari pihak Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam menegaskan
pentingnya dialog sebagai sarana membangun pemahaman yang lebih mendalam di
tengah perbedaan latar belakang agama, budaya, dan tradisi intelektual.
Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan ruang perjumpaan
yang terbuka, kritis, dan konstruktif untuk membicarakan persoalan keagamaan
sekaligus mencari titik temu dalam kehidupan bersama.
Dialog Indonesia–Austria ini menjadi kesempatan bagi
akademisi dan aktivis untuk bertukar perspektif mengenai bagaimana agama
dipahami, dipraktikkan, dan dikembangkan dalam masyarakat yang memiliki
keragaman identitas. Pertemuan semacam ini juga penting untuk menghindari
kesalahpahaman terhadap tradisi keagamaan lain, sekaligus mendorong tumbuhnya
sikap saling menghormati.
Keterlibatan peserta dari Austria memberikan dimensi
internasional bagi kegiatan akademik di lingkungan FUPI. Melalui diskusi dan
pertukaran pengalaman, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan
mengenai praktik dialog antaragama, peran komunitas Muslim dalam masyarakat,
serta kontribusi lembaga pendidikan dalam membangun kehidupan sosial yang damai
dan inklusif.
Bagi FUPI UIN Sunan Kalijaga, kegiatan ini sejalan dengan
komitmen pengembangan kajian keislaman yang terbuka terhadap dialog dan
perjumpaan lintas budaya. Tradisi keilmuan Islam tidak hanya berkaitan dengan
pendalaman teks dan pemikiran keagamaan, tetapi juga dengan upaya memahami
realitas sosial serta membangun hubungan yang produktif dengan masyarakat dan
tradisi intelektual lainnya.
Penyelenggaraan Indonesia–Austria Religious Dialogue diharapkan
menjadi langkah awal maupun penguatan bagi hubungan akademik dan kemitraan
internasional yang berkelanjutan. Dialog tidak berhenti pada pertukaran gagasan
dalam forum, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi penelitian, kegiatan
ilmiah bersama, dan pertukaran pengetahuan yang bermanfaat bagi kedua pihak.
Melalui forum ini, FUPI UIN Sunan Kalijaga menegaskan pentingnya menjadikan dialog antaragama sebagai bagian dari pengembangan keilmuan dan penguatan hubungan kemanusiaan. Pertemuan Indonesia dan Austria tersebut diharapkan turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang menghargai perbedaan, mengedepankan sikap saling memahami, dan menjadikan keragaman sebagai landasan bagi kerja sama yang lebih luas.