Dilihat 0 Kali

05_360_WhatsApp Image 2026-10-28 at 12.13.43.jpeg

Minggu, 18 Oktober 2026 23:16:00 WIB

FUPI UIN Sunan Kalijaga Gelar Indonesia–Austria Forum on Islamic Sufism, Jembatani Spiritualitas Timur dan Barat

YOGYAKARTA – Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Indonesia–Austria Forum on Islamic Sufism: Bridging East and West pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di Hotel 101 Style Yogyakarta. Forum internasional ini menjadi ruang perjumpaan akademik dan dialog lintas budaya untuk memperluas pemahaman mengenai tasawuf Islam serta relevansinya dalam membangun hubungan intelektual dan spiritual antara masyarakat Timur dan Barat.

Kegiatan ini menghadirkan Dekan FUPI, Prof. Dr. H. Robby Habiba Abror, M.Hum., sebagai pembicara utama atau keynote speaker. Forum juga menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Munawar Ahmad, M.Si., Wakil Dekan II FUPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Dr. Rosina-Fawzia Al-Rawi Al-Rifai dan Sabeena Shahid dari Austria. Kehadiran para akademisi dan praktisi dari Indonesia dan Austria diharapkan memperkaya perspektif mengenai tasawuf sebagai tradisi intelektual, spiritual, dan etis yang melampaui batas geografis maupun kebudayaan.

Mengusung tema Bridging East and West, forum ini menempatkan tasawuf sebagai salah satu pintu masuk untuk memahami hubungan antara tradisi keislaman dan dinamika spiritualitas global. Tasawuf tidak hanya dipahami sebagai praktik penyucian jiwa dan pendekatan batin dalam beragama, tetapi juga sebagai khazanah pemikiran yang menawarkan refleksi tentang kemanusiaan, cinta, kedamaian, serta hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.

Dalam konteks masyarakat kontemporer, pemikiran tasawuf memiliki relevansi untuk merespons berbagai tantangan kehidupan modern, mulai dari menguatnya individualisme, ketegangan sosial, hingga kebutuhan akan makna dan kedalaman spiritual. Nilai-nilai seperti pengendalian diri, kerendahan hati, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat manusia dapat menjadi landasan untuk membangun kehidupan bersama yang lebih inklusif dan harmonis.

Pertemuan akademik antara Indonesia dan Austria juga membuka peluang pertukaran pengetahuan mengenai bagaimana tradisi tasawuf dipahami, dipraktikkan, dan dikembangkan dalam lingkungan sosial serta kebudayaan yang berbeda. Dialog semacam ini penting untuk menghindari pemahaman yang sempit terhadap Islam sekaligus memperlihatkan keragaman ekspresi spiritualitas dalam tradisi Islam.

Bagi FUPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penyelenggaraan forum internasional ini sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan kajian keislaman yang kritis, terbuka, dan dialogis. Pertemuan lintas negara tidak hanya memperkuat jejaring akademik, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan penelitian, kolaborasi ilmiah, serta pertukaran pengalaman mengenai pemikiran Islam dan praktik spiritualitas.

Melalui Indonesia–Austria Forum on Islamic Sufism, FUPI berharap dialog antara kedua negara dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan studi tasawuf di tingkat internasional. Forum ini sekaligus menegaskan pentingnya menjadikan tradisi spiritual Islam sebagai sumber refleksi etis dalam menghadapi persoalan kemanusiaan masa kini.

Dengan mempertemukan perspektif akademik dan pengalaman spiritual dari Indonesia dan Austria, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama yang berkelanjutan. Tasawuf, dalam kerangka tersebut, tidak hanya menjadi warisan intelektual masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun dialog, memperkuat pemahaman lintas budaya, dan merawat hubungan yang lebih manusiawi antara Timur dan Barat.