YOGYAKARTA – Dalam upaya
memperkuat daya saing lulusan di pasar kerja global, Center for
Entrepreneurship and Career Development (CENDI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
menggelar kegiatan Roadshow 2026 di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
(FUPI). Bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 FUPI pada Selasa, 13 Januari 2025,
acara ini mengusung tema strategis “Pengembangan Karier Kewirausahaan dan
Kalijaga Tracer Study (Review 2025 - Plan 2026)”.
Acara yang berlangsung mulai
pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, termasuk Dekan
FUPI, Prof. Dr. H. Robby Habiba Abror, S.Ag., M.Hum., para Wakil Dekan, Kepala
Bagian Tata Usaha, serta para Ketua dan Sekretaris Program Studi (Kaprodi dan
Sekprodi) di lingkungan FUPI. Kehadiran tim lengkap CENDI yang dipimpin oleh
Dr. Noor Saif, Ph.D., menandai pentingnya kolaborasi antara pusat pengembangan
karier dan unit akademik.
Dalam sambutannya, Prof. Robby
Habiba Abror menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kinerja CENDI. Ia
menekankan pentingnya profil digital alumni di era algoritma saat ini.
"Saya melihat ada kursus profiling untuk mengantisipasi pembobolan. Jejak
digital alumni akan tersambungkan dengan pemilik modal besar melalui sistem
algoritmatik," ujarnya. Prof. Robby juga mengungkapkan bahwa Rektor sangat
mendukung penguatan kewirausahaan, bahkan mendorongnya menjadi mata kuliah
wajib. "Alhamdulillah, serapan alumni UIN sangat tinggi, bahkan ada
mahasiswa AFI yang belum lulus sudah bekerja," tambahnya dengan bangga.
Ketua CENDI, Dr. Noor Saif,
Ph.D., menjelaskan bahwa roadshow ini merupakan ajang muhasabah atau evaluasi
terhadap capaian tahun 2025 sekaligus pemaparan rencana kerja tahun 2026. Ia
menyoroti tiga lokus utama CENDI: kewirausahaan (entrepreneurship),
karier, dan tracer study. Salah satu program unggulan yang ditawarkan
adalah layanan konsultasi karier gratis bagi mahasiswa serta program magang
nasional yang melibatkan 40 perusahaan besar.
"Kemenag akhirnya merilis
program magang mengikuti jejak Kemendikbudristek, dan UIN Sunan Kalijaga masuk
peringkat kedua nasional dalam jumlah mahasiswa yang lolos magang, termasuk
mahasiswa dari FUPI," jelas Dr. Noor Saif. Ia juga memaparkan hasil
sinkronisasi kurikulum dengan LPM, di mana telah disepakati 30 konten RPS
kewirausahaan yang diseragamkan di seluruh universitas, sementara 70 persen
sisanya tetap memberikan ruang bagi ciri khas masing-masing prodi.
Data mendalam mengenai performa
alumni FUPI dipaparkan oleh Kadiv. Tracer Study CENDI, M. Rashif, M.Sc.
Berdasarkan hasil tracer study 2025, FUPI menunjukkan performa luar
biasa dengan tingkat respons alumni mencapai 91 persen, tertinggi kedua di
tingkat universitas. "FUPI mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tiga
tahun lalu. Selain itu, sebanyak 33 lulusan atau sekitar 51,56 persen alumni
FUPI kini berstatus sebagai founder atau wirausaha," lapor Rashif.
Namun, laporan tersebut juga
mencatat beberapa catatan evaluasi. Meski memiliki nilai tinggi pada aspek
etika dan kerja sama tim, kemampuan bahasa asing masih menjadi poin terendah
dalam penilaian pengguna alumni. Hal ini langsung ditanggapi oleh para pimpinan
prodi dengan usulan penguatan bahasa Inggris yang lebih spesifik pada kebutuhan
karier (English for Career).
Melalui pertemuan ini, CENDI dan FUPI sepakat untuk terus bersinergi dalam memanfaatkan data tracer study sebagai bahan evaluasi kurikulum. Dengan data yang akurat, fakultas dapat memilah mata kuliah mana yang perlu ditambah atau dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman, guna memastikan lulusan FUPI tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga kesiapan profesional yang mumpuni. Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga silaturahmi dan keberlanjutan program demi masa depan alumni yang lebih cerah.