Fakultas Ushuluddin
dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (FUPI) kembali menunjukkan
komitmennya dalam mengembangkan tradisi akademik bertaraf internasional melalui
penyelenggaraan forum bertajuk Specialist Discussion dengan tema “The
Israelites and The Cow.” Kegiatan ini menghadirkan akademisi Jerman, Holger
Zellentin dari Eberhard Karls University of Tübingen. Acara diselenggarakan
pada Selasa, 24 Februari 2026 di Ruang Rapat Lantai 2 FUPI.
Kegiatan dibuka
secara resmi oleh Dekan FUPI. Dalam opening remarks-nya, ia menegaskan
bahwa internasionalisasi akademik merupakan komitmen yang dijalankan secara
konsisten. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya FUPI telah menyelenggarakan
seminar dengan menghadirkan dua sarjana luar negeri untuk berbagi pengetahuan
dan pengalaman riset bersama sivitas akademika. Kehadiran Prof. Zellentin
dinilai menjadi bagian dari upaya berkelanjutan fakultas dalam memperluas ruang
kolaborasi dan pertukaran gagasan di tingkat internasional.
Mengangkat tema “The
Israelites and The Cow,” forum ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai
pembacaan Al-Qur’an melalui material dan konteks Late Antiquity. Kajian
ini menyoroti narasi Bani Israil dalam tradisi keagamaan dengan pendekatan
historis-kritis dan intertekstual, sehingga membuka ruang dialog antara studi
Al-Qur’an dan tradisi Yahudi-Kristen pada periode akhir zaman kuno.
Rangkaian kegiatan
berlangsung dalam dua sesi utama. Pada pukul 14.00–16.00 WIB, peserta terpilih
mempresentasikan makalah mereka dalam forum diskusi terbatas. Sesi ini kemudian
dilanjutkan dengan expert talk dan dialog akademik bersama Prof.
Zellentin pada pukul 16.00–18.00 WIB, sebelum ditutup dengan iftar
bersama.
Forum ini diikuti
oleh para profesor, dosen, serta mahasiswa yang memiliki minat pada kajian
Al-Qur’an dan pendekatan intertekstual berbasis studi Late Antiquity.
Demi menjaga kualitas diskusi, jumlah peserta dibatasi maksimal 30 orang
melalui proses registrasi.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, FUPI kembali menegaskan visinya sebagai pusat kajian pemikiran Islam yang dialogis, kritis, dan berorientasi global. Kehadiran para sarjana internasional secara berkelanjutan menjadi penanda bahwa FUPI terus bergerak memperluas jejaring dan memperkuat reputasi akademiknya. (Safri Nur Jannah)