Dilihat 0 Kali

05_277_Picture1.jpg

Selasa, 24 Februari 2026 15:44:00 WIB

FUPI UIN Sunan Kalijaga Gelar Specialist Discussion “The Israelites and The Cow” Hadirkan Holger Zellentin

Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (FUPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi akademik bertaraf internasional melalui penyelenggaraan forum bertajuk Specialist Discussion dengan tema “The Israelites and The Cow.” Kegiatan ini menghadirkan akademisi Jerman, Holger Zellentin dari Eberhard Karls University of Tübingen. Acara diselenggarakan pada Selasa, 24 Februari 2026 di Ruang Rapat Lantai 2 FUPI.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FUPI. Dalam opening remarks-nya, ia menegaskan bahwa internasionalisasi akademik merupakan komitmen yang dijalankan secara konsisten. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya FUPI telah menyelenggarakan seminar dengan menghadirkan dua sarjana luar negeri untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman riset bersama sivitas akademika. Kehadiran Prof. Zellentin dinilai menjadi bagian dari upaya berkelanjutan fakultas dalam memperluas ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan di tingkat internasional.

Mengangkat tema “The Israelites and The Cow,” forum ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai pembacaan Al-Qur’an melalui material dan konteks Late Antiquity. Kajian ini menyoroti narasi Bani Israil dalam tradisi keagamaan dengan pendekatan historis-kritis dan intertekstual, sehingga membuka ruang dialog antara studi Al-Qur’an dan tradisi Yahudi-Kristen pada periode akhir zaman kuno.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam dua sesi utama. Pada pukul 14.00–16.00 WIB, peserta terpilih mempresentasikan makalah mereka dalam forum diskusi terbatas. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan expert talk dan dialog akademik bersama Prof. Zellentin pada pukul 16.00–18.00 WIB, sebelum ditutup dengan iftar bersama.

Forum ini diikuti oleh para profesor, dosen, serta mahasiswa yang memiliki minat pada kajian Al-Qur’an dan pendekatan intertekstual berbasis studi Late Antiquity. Demi menjaga kualitas diskusi, jumlah peserta dibatasi maksimal 30 orang melalui proses registrasi.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, FUPI kembali menegaskan visinya sebagai pusat kajian pemikiran Islam yang dialogis, kritis, dan berorientasi global. Kehadiran para sarjana internasional secara berkelanjutan menjadi penanda bahwa FUPI terus bergerak memperluas jejaring dan memperkuat reputasi akademiknya. (Safri Nur Jannah)