Kegiatan Student Exchange Sharing Session Fakultas Ushuluddin dan
Pemikiran Islam (FUPI) digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 8
Januari 2026, pukul 09.00–11.00 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi
pengalaman sekaligus ajang pengenalan program student exchange bagi mahasiswa
FUPI yang tertarik memperluas pengalaman akademik di tingkat internasional.
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Dekan III FUPI, Dr. Ahmad
Salehuddin, S.Th.I., M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih
kepada Dekan FUPI atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan program student
exchange sehingga dapat berjalan dengan baik. Ia juga memberikan apresiasi
kepada lima mahasiswa FUPI yang saat ini tengah mengikuti program student
exchange di Universiti Kebangsaan Malaysia. Menurutnya, program ini merupakan
kegiatan rintisan (pilot project) yang tentu tidak lepas dari berbagai
tantangan. Namun demikian, para peserta dinilai mampu bertahan, beradaptasi,
dan menunjukkan capaian yang membanggakan, bahkan melampaui ekspektasi. Selanjutnya
sharing session ini diharapkan dapat memantik semangat mahasiswa lain untuk
mengikuti program serupa di masa mendatang.
Sesi utama diisi oleh tiga narasumber yang merupakan peserta
student exchange FUPI di Universiti Kebangsaan Malaysia, yaitu Nadhif Fathin
Affatith, Fiki Jazilatuz Zahwa, dan Yusron Zakarsya Millah. Ketiganya yang
merupakan mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tersebut membagikan
pengalaman selama mengikuti perkuliahan di UKM, mulai dari sistem pembelajaran,
suasana akademik, hingga pengalaman beradaptasi dengan lingkungan dan budaya
baru. Penyampaian materi berlangsung interaktif dan memberikan gambaran yang
jelas serta inspiratif bagi para peserta.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung
aktif dengan berbagai pertanyaan terkait persiapan, perkiraan biaya, dan
peluang mengikuti program student exchange. Kegiatan kemudian ditutup dengan
arahan dan motivasi dari Dr. Phil. Mu’ammar Zayn Qadafy yang mendorong
mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan, meningkatkan kapasitas diri, dan
mempersiapkan diri sejak dini agar dapat berpartisipasi dalam program-program
internasional ke depan. (Safri Nur Jannah)