Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga menggelar acara pembukaan program doktorisasi pada Senin, 19 April 2021. Acara pembukaan dimulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Hal ini dilakukan guna mempercepat atau akselerasi dan monev Studi Doktor untuk dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam demi kepentingan Lembaga agar lebih berkualitas. Acara ini di hadiri Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A., para pimpinan fakultas serta dosen.
Inayah menyampaikan sambutannya di acara pembukaan program doktorisasi. Ia menekankan bahwa program doktorisasi yang dilakukan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dilakukan guna kepentingan lembaga dan keluarga bukan hanya kepentingan individual. Ia juga meminta Wakil Dekan I bidang akademik untuk mengontrol step by step dengan menetapkan pertemuan rutin. Bahkan ia juga menekankan bahwa setiap dosen harus tergerak hatinya untuk segera menyelesaikan studi doktor sehingga tidak menjadi beban fakultas.
“jadi nanti untuk mempermudah studi maka kita akan menggunakan pendekatan kelembagaan bukan individual dengan cara menjalin MoU dengan institusi atau lembaga lain. Saya juga menekankan bahwa bapak ibu di sini tidak sendiri, akan tetapi lembaga akan membantu bapak ibu sekalian. Selanjutnya, kita akan membuat capaiannya apa saja dimulai minggu depan”. Imbuhnya
Selanjutnya, Dr. Zuhri, M.Ag. selaku Wakil Dekan I bidang akademik yang akan memantau dan mengontrol program doktorisasi ke depan menyampaikan bahwa bagi dosen yang belum mendaftar S3 maka fakultas akan mendaftarkan. Dan yang sedang menyelesaikan penelitian maka fakultas mencarikan pendamping untuk mengerjakan disertasi.
Zuhri juga menekankan jika meskipun Universitas sudah lebih dulu menggalakkan program profesorisasi akan tetapi faktanya program doktorirasi belum tuntas. Sehingga hal ini mulai ditindaklanjuti bersama. Setelah pertemuan kali ini selesai, Zuhri akan membuatkan grup Whatsapp khusus yang membahas program doktorisasi.
Beberapa masukan muncul dari dosen, misalnya Drs. H. Mohammad Yusup, M.Ag. dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam menyampaikan, dosen yang umurnya sudah 60an ke atas harap keringanan untuk program doktorisasi dengan by riset.
Selanjutnya, Drs. Indal Abror, M.Ag. selaku Ketua Program Studi Ilmu Hadits juga memberikan masukan terkait dengan pembagian kluster pendaftaran program doktor ini. Pertama, memprioritaskan yang senior. Kedua, kluster yang sedang menjalani program S3. Dan ketiga, yang sedang menjalani disertasi tetapi nilainya belum muncul tetapi nilai mata kuliah sudah muncul semua, nilai seminar juga ada, mereka yang sedang melakukan riset dan perlu bantuan dana penelitian, atau yang menginginkan untuk pendampingan teknis penulisan disertasi.
Rapat pembukaan program doktorisasi ini menghadirkan lebih dari setengah dosen yang diundang dalam acara tersebut. Pada akhirnya, pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam beserta para dosen yang belum selesai program doktornya sangat antusias menyambut program ini. *Ros