Dilihat 0 Kali

05_139_WhatsApp Image 2026-08-23 at 13.34.24.jpeg

Minggu, 23 Agustus 2026 15:35:00 WIB

Dosen Pembimbing Akademik FUPI Ikuti Pelatihan Teknik Konseling Psikososial

Yogyakarta — Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Teknik Konseling Psikososial Mahasiswa bagi Dosen Pembimbing Akademik. Kegiatan ini diikuti oleh para Dosen Pembimbing Akademik (DPA) di lingkungan FUPI sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dosen dalam mendampingi mahasiswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam menghadapi berbagai persoalan psikososial selama menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, FUPI menggandeng tim Metamorfosa sebagai mitra pelatihan. Tim tersebut merupakan tim ahli konseling yang dinaungi oleh Dr. Pihasniwati, S.Psi., M.A., Psikolog. Kehadiran para ahli konseling tersebut memberikan perspektif dan pengalaman praktis mengenai bagaimana seorang Dosen Pembimbing Akademik dapat membangun komunikasi yang lebih efektif, mengenali kondisi mahasiswa, serta memberikan respons pendampingan yang tepat sesuai dengan batas kewenangan seorang DPA.

Pelatihan dilaksanakan dalam tiga hari dengan perpaduan kegiatan daring dan luring. Berdasarkan rancangan kegiatan, hari pertama diarahkan pada orientasi dan penguatan konsep kesehatan mental, sedangkan hari kedua difokuskan pada pendalaman teknik konseling dan etika. Materi yang diberikan antara lain mencakup pemahaman mahasiswa secara utuh, kemampuan menerima sebelum merespons, membaca tanda-tanda yang muncul pada mahasiswa, batas peran DPA, serta praktik simulasi terbimbing.
Namun, hari ketiga menjadi salah satu bagian paling menarik dalam rangkaian pelatihan karena peserta mengikuti kegiatan outdoor melalui berbagai permainan berbasis kelompok (group activities). Kegiatan ini tidak sekadar dirancang sebagai hiburan atau penyegar setelah mengikuti sesi materi, tetapi menjadi ruang praktik untuk mengembangkan sejumlah kemampuan yang relevan dengan tugas Dosen Pembimbing Akademik.

Kegiatan hari ketiga diawali dengan registrasi dan persiapan lapangan, kemudian dilanjutkan dengan conditioning dan grouping. Setelah peserta terbagi dalam beberapa kelompok, rangkaian outbound activities berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan disertai dengan sesi debriefing.

Berbagai permainan dalam kegiatan outdoor dilakukan dengan sistem kelompok. Melalui pola tersebut, peserta tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan permainan, tetapi juga belajar berinteraksi, berkomunikasi, membangun kepercayaan, berbagi peran, mengambil keputusan, serta bekerja sama dengan anggota kelompok. Setiap permainan menjadi pengalaman langsung yang memungkinkan peserta merasakan bagaimana dinamika kelompok terbentuk dan bagaimana seseorang dapat berkontribusi secara efektif di tengah perbedaan karakter, cara berpikir, maupun gaya komunikasi.

Suasana kegiatan tampak berlangsung penuh antusiasme. Para dosen yang sehari-hari menjalankan peran akademik dan pendampingan mahasiswa diajak keluar dari suasana formal ruang perkuliahan dan masuk ke dalam pengalaman belajar yang lebih interaktif. Aktivitas fisik, permainan kelompok, komunikasi, dan refleksi dipadukan sehingga proses pembelajaran berlangsung secara lebih cair dan partisipatif.

Yang menjadi kekuatan utama kegiatan outdoor tersebut adalah adanya debriefing setelah permainan. Pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti pada aktivitas permainan, tetapi kemudian dibicarakan dan direfleksikan bersama. Dari proses tersebut, peserta diajak melihat kembali bagaimana komunikasi berlangsung, bagaimana kepemimpinan muncul, bagaimana konflik atau perbedaan dapat dikelola, serta bagaimana kerja sama dapat dibangun untuk mencapai tujuan bersama.

Bagi Dosen Pembimbing Akademik, pengalaman tersebut memiliki relevansi yang kuat. Pendampingan mahasiswa pada dasarnya tidak selalu dapat dilakukan hanya dengan memberikan nasihat akademik. DPA perlu memiliki kemampuan mendengarkan, membaca situasi, membangun hubungan yang sehat, memahami kondisi mahasiswa, serta mengetahui kapan harus memberikan pendampingan dan kapan perlu merujuk mahasiswa kepada tenaga profesional.

Melalui pelatihan ini, FUPI UIN Sunan Kalijaga berharap para Dosen Pembimbing Akademik semakin siap menjalankan perannya sebagai pendamping mahasiswa. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat mendukung terciptanya pola pendampingan yang lebih humanis, komunikatif, responsif, dan tetap memperhatikan batas-batas profesional dalam konseling psikososial mahasiswa.