Fakultas
Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali
mencatatkan capaian strategis dalam pengembangan kelembagaan melalui
diterimanya Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Izin Penyelenggaraan Program
Studi Magister Ilmu Hadis. Penyerahan SK tersebut dilaksanakan pada Jumat, 24
Juli 2026, bertempat di Pusat Administrasi Umum (PAU) Gedung Rektorat Lama UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Penerbitan KMA
tersebut disampaikan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama RI melalui Surat Nomor B-330/DJ.I/Dt.I.III/HM.01/07/2026
tanggal 21 Juli 2026 perihal Penyampaian KMA Izin Penyelenggaraan Program
Studi. Surat tersebut ditujukan kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga sebagai tindak
lanjut atas pemenuhan persyaratan minimum akreditasi pembukaan program studi
baru yang sebelumnya direkomendasikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan
Tinggi (BAN-PT).
SK Program
Studi Magister Ilmu Hadis diserahkan secara langsung oleh Direktur Pendidikan
Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr.
Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., kepada Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran
Islam UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Robby Habiba Abror, S.Ag., M.Ag.
Momentum tersebut turut disaksikan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., serta Wakil Rektor Bidang II Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. Mochamad Sodik, S.Sos.,
M.Si. dan Kepala Biro AUK Dr. H. Ali Sodiq, S.Ag., M.A.
Dalam surat
penyampaian tersebut ditegaskan bahwa Program Studi Ilmu Hadis jenjang Magister
secara resmi memperoleh izin penyelenggaraan dari Kementerian Agama Republik
Indonesia. Selain itu, Kementerian Agama juga memberikan beberapa arahan
strategis kepada universitas setelah diterbitkannya KMA, di antaranya melakukan
koordinasi dengan Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan
Tinggi Keagamaan Islam terkait penjaminan mutu program studi, berkoordinasi
dengan Education Management Information System (EMIS) dan Pangkalan Data
Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PD-Dikti Kemenag) untuk proses pemutakhiran
data, serta menyampaikan Berita Acara Penerimaan KMA sebagai bagian dari
tahapan administrasi pembukaan program studi.
Penyerahan KMA
ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kapasitas akademik FUPI sebagai
salah satu fakultas tertua di UIN Sunan Kalijaga yang selama ini dikenal
sebagai pusat pengembangan studi keislaman dengan paradigma
integratif-interkonektif. Kehadiran Program Studi Magister Ilmu Hadis
diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia akademik terhadap
pengembangan kajian hadis yang semakin dinamis, baik dari aspek metodologi,
pemikiran, digital humanities, maupun relevansinya dalam menjawab berbagai
persoalan kontemporer.
Dengan
dibukanya Program Studi Magister Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran
Islam kini memiliki lima program studi jenjang magister, yaitu Magister Aqidah
dan Filsafat Islam, Magister Studi Agama-Agama, Magister Ilmu Al-Qur'an dan
Tafsir, Magister Sosiologi Agama, serta Magister Ilmu Hadis. Secara
keseluruhan, FUPI kini mengelola 12 program studi yang mencakup jenjang
sarjana, magister, dan doktor. Penambahan ini semakin memperkuat posisi FUPI
sebagai fakultas dengan spektrum keilmuan keislaman yang komprehensif dan
adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global.
Pembukaan
Program Studi Magister Ilmu Hadis merupakan respons terhadap meningkatnya
kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi mendalam di bidang
hadis. Di tengah kompleksitas perkembangan sosial, budaya, teknologi,
kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan transformasi digital,
studi hadis tidak lagi dipahami semata sebagai kajian tekstual, melainkan
membutuhkan pendekatan historis, kontekstual, filosofis, digital, serta
multidisipliner. Oleh karena itu, program studi ini diharapkan mampu melahirkan
lulusan yang unggul dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat, sekaligus memiliki daya saing di tingkat nasional maupun
internasional.
Selain
memperluas pilihan studi bagi lulusan sarjana, kehadiran Program Studi Magister
Ilmu Hadis juga membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan riset
kolaboratif, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional, penguatan
kerja sama akademik dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, serta
perluasan jejaring keilmuan di bidang hadis. Program ini diharapkan menjadi
ruang lahirnya berbagai inovasi penelitian yang mampu mengintegrasikan khazanah
klasik hadis dengan pendekatan-pendekatan keilmuan mutakhir.
Bagi UIN Sunan
Kalijaga, penambahan program studi ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam sekaligus memperkuat
daya saing universitas di tingkat global. Kehadiran Program Studi Magister Ilmu
Hadis juga selaras dengan visi universitas untuk menjadi pusat unggulan
pengembangan dan integrasi ilmu keislaman, sains, teknologi, dan kemanusiaan.
Momentum diterimanya KMA ini menjadi awal perjalanan baru bagi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan berdampak. Dengan dukungan Kementerian Agama Republik Indonesia serta sinergi seluruh sivitas akademika, Program Studi Magister Ilmu Hadis diharapkan berkembang menjadi pusat unggulan (center of excellence) dalam studi hadis, menghasilkan lulusan berdaya saing global, memperkuat tradisi riset, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pemikiran Islam, penguatan moderasi beragama, dan pembangunan peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang inklusif, rahmatan lil 'alamin. (Sifa’)