International Office FUPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gelar Pendampingan Beasiswa LPDP Sesi Dua

Muhammad Itsbatul Haq, mentor pendampingan LPDP sesi kedua

Muhammad Itsbatul Haq, mentor pendampingan LPDP sesi kedua

Muhammad Itsbatul Haq, mentor pendampingan LPDP sesi kedua

Muhammad Itsbatul Haq, mentor pendampingan LPDP sesi kedua

Muhammad Itsbatul Haq, mentor pendampingan LPDP sesi kedua
International Office Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menggelar pendampingan beasiswa LPDP sesi dua pada Selasa, 25 Mei 2021. Acara ini dipantau langsung oleh ketua international office dengan media zoom meeting.
Pendampingan kali ini difokuskan pada persiapan seleksi administrasi tentang teknis menulis personal statement yang disampaikan oleh Muhammad Itsbatul Haq selaku alumni Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga awardee LPDP angkatan 114.
“Personal statement tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya hanya membuat esai pengenalan diri, tapi tahun ini personal statement menyangkut dengan beberapa pertanyaan yang dapat dilihat langsung di web. Beberapa pertanyaan itu antara laun kekuatan dan kelemahan terbesar kita, pengalaman mendapat beasiswa sebelumnya, pengalaman paling dan kurang membanggakan, pembelajaran diri yang pernah di dapat, kesalahan dan tugas di luar ruang lingkup diri. Meskipun berbeda, sebenarnya subtansinya sama. Saya menyebutnya sebagai personal branding.” Kata Itsbatul.
“Adapun cara kita menjawab pertanyaan itu dengan jujur. Jadi ketika kita mendeskripsikan diri kita harus sesuai dengan fakta atau realitas diri. Kedua, potensial. Artinya apa saja yang akan kita sampaikan tentang diri kita memiliki potensi atau skill meskipun kecil atau sederhana. Misal, orang lain sudah sampai konferensi internasional tetapi kita hanya bisa menulis artikel di media. Ketiga, berani berkata tentang diri kita. Selanjutnya, kita harus percaya diri dengan diri kita. Artinya, kita bisa menghargai diri sendiri dan mengaktualisasikan diri sendiri.” Tambahnya.
Itsbatul melanjutkan pembahasannya. Ia menyatakan bahwa kita tidak sepatutnya berlebihan. Jangan over confident. Kita masih merasa perlu belajar dengan lainnya. Selanjutnya, tetap rendah hati bukan berarti rendah diri. Sehingga kita masih memiliki sifat auto kritik dan terbuka terhadap saran yang masuk. Terakhir, bungkus narasi itu dengan menarik atau jangan lempeng. Meskipun potensi kita biasa, tetapi bungkus itu dengan persuasif bahwa hal itu penting.
“Jangan hanya menampilkan diri kita, tetapi juga jelaskan mengapa potensi kita ini penting untuk konteks kemajuan dan pengembangan keilmuan di Indonesia. Agar yang kita tawarkan menarik.” Tekannya.
Pada akhir pembahasan, Itsbatul menghimbau terkait dengan distingsi atau perbedaan diri kita dengan yang lain. Jelaskan keunikan kita masing-masing karena setiap diri memiliki keunikan masing-masing. Akhirnya, kita harus serius dalam menulis ini, karena materi wawancara nantinya berdasarkan tulisan yang kita buat.
“Jika berkas kita yang masuk hanya standar, personal branding atau personal statement bisa menjadi kekuatan kita. Sehingga ini perlu dikerjakan secara serius dan menarik”. Tutupnya.
Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi. Beberapa peserta bertanya tentang sistematika penulisan esai, contoh tulisan terkait dengan personal statement, apa yang perlu digali dari diri kita. Peserta yang hadir cukup berantusias mengikuti acara ini. Mereka optimis untuk lulus beasiswa LPDP.
Selanjutnya, diskusi dilanjutkan di WA grup yang sudah di buat sebelumnya dan tayangan ini bisa dilihat langsung di akun youtube Tim IT Fupi https://www.youtube.com/watch?v=wnj-roTNDM4. *Rosi