Aspek-aspek Sosiologis dalam Studi Hadis

Yanti Hayatun Nufus

19105050036@student.uin-suka.ac.id

Pengertian Hadis Nabi

Hadis menurut bahasa ialah memiliki beberapa arti yaitu baru, dekat , warta dan berita. Sedangkan menurut istilah pengertian hadis adalah segala sesuatu yang bersandar kepada Nabi Saw. Baik perkataan, perbuatan dan ketetapan Nabi Muhammad saw. (Muhaemin, 2008: 5)

Hadis dijadikan sebagai rujukan kedua oleh umat Islam setelah Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah wahyu yang turun dari Allah kepada Nabi Muhammad yang maknanya tidak semua dimengerti dengan mudah sehingga banyak kalangan dari para sahabat bertanya kepada nabi maksud dari ayat-ayat al-Qur’an yang sukar dipahami. Dengan kecerdasan Nabi Muhammad Saw. Beliau dapat dengan mudah menjelaskan makna dari beberapa ayat tersebut. Fungsi hadis bukan hanya untuk menjelaskan ayat al-Qur’an yang kurang dipahami tetapi juga menjadi penentu atas hukum yang tidak terdapat di dalam Al-Qur’an.

Untuk memahami suatu hadis tidak cukup hanya dengan membaca teks hadisnya saja. Perlu adanya pemahaman dan telaah agar suatu hadis bisa dijadikan sebagai dalil dalam suatu masalah. Ada beberapa hadis yang masyhur di masyarakat tetapi ditempatkan tidak dengan semestinya karena hanya melihat dengan tekstual tanpa adanya pendalaman ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hadis contohnya yaitu dengan mengkaji rijal al-hadis, asbab al wurud, ilmu matan hadis dan syarah hadis nabi.

Pengertian ilmu sosial

Ilmu sosial adalah ilmu yang membahas mengenai interaksi manusia dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Dengan interaksi tersebut manusia bisa saling membatu satu sama lain dan bisa juga terjadi konflik ketika salah pemahaman. Manusia yang sejatinya makhluk sosial tidak akan bisa hidup seorang diri karena dalam menjalani hidupnya manusia akan membutuhkan orang lain dalam hidupnya. (Sarinah, 2017:158)

Kajian sosiologi sangat diperlukan untuk memahami suatu hadis sebelum dijadikan sebagai hujjah karena hadis itu berkaitan antara manusia dengan manusia, terdapat juga beberapa hadis yang bertentangan dengan hadis lainnya atau bahkan dengan al-Qur’an dan juga Nabi Muhammad saw. Juga merupakan makhluk sosial sehingga mengkaji ilmu sosiologi atau ilmu sosial sangat penting dalam studi hadis. (Ja’far Assagaf, 2015 : 292). Memahami suatu hadis bisa dengan menggunakan beberapa pendekatan ilmu sosiologi karena semakin banyak ilmu sosiologi yang diterapkan atau digunakan dalam studi hadis maka akan semakin banyak pula kandungan hadis yang sulit dipecahkan atau dipahami secara parsial bisa terpecahkan dan dipahami secara universal. (Ja’far Assagaf, 2015 : 295)

Lingkup Kajian Hadis dengan Pendekatan Sosiologis

Lingkup kajian hadis yaitu berbicara mengenai suatu hadis atau mengkaji hadis secara keseluruhan baik itu matan hadis ataupun sanad hadis. Dalam hal ini, kajian mengenai sanad hadis lebih dominan dan banyak diperdalam oleh beberapa kalangan karena terdapat beberapa faktor yang membuat kajian sanad hadis lebih diprioritaskan daripada matan hadis yaitu terjadinya pemalsuan hadis, belum ditulisnya hadis pada waktu itu, terjadinya beberapa peristiwa sebelum penulisan hadis, periwayatan hadis secara maknawi (berbeda lafaznya dari satu rawi kepada rawi selanjutnya, dan sifat manusia yang pelupa.

  1. Sanad Hadis dengan Pendekatan Sosiologis

Pengertian sanad menurut bahasa adalah sandaran, tempat, dan bersandar. Sedangkan menurut istilah ialah jalan yang menyampaikan kepada jalan hadis atau bisa juga diartikan dengan periwayat yang meriwayatkan hadis sampai bersambung kepada Nabi Muhammad saw. (Asep Herdi, 2014:50). Pendekatan sosiologis dapat diterapkan saat mengkaji ilmu rijal hadis. Di antara ilmu rijal hadis yaitu: (a) ilmu tentang nama-nama dan gelar perawi; (b) ilmu tentang guru-guru maupun teman-teman seangkatan; (c) tingkatan-tingkatan perawi; (d) tentang tempat dan negeri perawi.

  1. Matan Hadis dengan Pendekatan Sosiologis

Pengertian matan menurut bahasa adalah tanah yang meninggi . Sedangkan menurut istilah ialah “kalimat tempat berakhirnya sanad” atau bisa juga diartikan dengan isi pokok dari suatu hadis. (Asep Herdi, 2014:52). Pendekatan sosiologis terhadap matan hadis bisa dengan melalui ilmu gharib al hadis (ilmu yang menjelaskan makna tersembunyi dari lafadz-lafdz hadis Nabi) (Arbain Nurdin dan Ahmad Fajar Shodik, 2019:72) , asbab al wurud hadis (ilmu yang membahas latar belakang sosial kultur dari suatu hadis) (Arbain Nurdin dan Ahmad Fajar Shodik, 2019:68) , mukhtalif al hadis (ilmu yang membahas tentang hadis-hadis tang bertentangan antara hadis yang satu dengan yang lainnya) (Sri Aliyah, 2014:1) dan beberapa ilmu yang berkaitan dengan hadis lainnya.

Aspek Sosiologis dalam Studi Hadis

Dapat disimpulkan bahwa aspek sosiologis dalam studi hadis juga ikut andil dan berperan penting dalam memahami dan mengkaji suatu hadis Nabi mulai dari sanad sampai kepada matan hadis. Cabang-cabang ilmu dalam studi hadis hampir semuanya terdapat beberapa aspek sosiologis dalam pengkajiannya karena hadis merupakan suatu perkataan manusia (Nabi) untuk manusia dalam memecahkan suatu masalah atau menjelaskan beberapa ayat sumber rujukan pertama umat manusia (al-Qur’an).

DAFTAR PUSTAKA

Herdi, Asep. 2014. Memahami Ilmu Hadis. (Bandung: Tafakur)

Ja’far Assagaf. 2015. Studi Hadis dengan Pendekatan Sosiologis. Jurnal Holistic al Hadis. Vol. 01, No 02, (Juli-Desember) 2015

Muhaemin. 2006. Al-Qur’an dan Hadis. (Bandung: Grafindo Media Pratama)

Nurdin, Arbain dan Fajar S. Ahmad. 2019. Studi Hadis Teori & Aplikasi. (Bantul: Lembaga Ladang Kata)

Sarinah. 2017. Pendidikan Agama Islam. (Yogyakarta: CV Budi Utama)

Sri Aliyah. 2014. Teori Pemahaman Ilmu Mukhtalif Hadis.