Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Menuju Kelas Internasional

Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Menuju Kelas Internasional
Internasionalisasi merupakan bagian terpenting dalam akreditasi sebuah institusi maupun prodi. Hal ini sesuai dengan perubahan instrumen akredutasi terbaru 2019 yang mengisyaratkan adanya internasionalisasi. Dengan reputasi secara nasional tidak cukup untuk mendapatkan predikat unggul dalam akreditasi. Dengan demikian, dibutuhkan usaha yang terencana dalam meningkatkan kualitas institusi tersebut.
Peningkatan SDM dosen sebagai kunci utama dalam internasionalisasi. Hal ini setidaknya terkait erat dengan kegiatan SDM di kancah internasional, publikasi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut harus dilaksanakan secara internasional. Dengan demikian, kualitas terbanyak akan ditentukan bidang tersebut.
Kegiatan internasinalisasi juga perlu didukung oleh web dan perubahan dalam pengajaran. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Wakil Dekan Bidang Pengajaran Fak. Ushuluddin dan Pemikiran Islam Dr. Fahruddin Faiz, S.Ag. M.Ag. akan diadakan khusus admin yang dapat merekam kegiatan yang ada dan sekaligus akan ada kegiatan e-learning sebagai antisipasi pembelajaran geberasi milinial. Dengan demikian, melalui kegiatan kecil ini akan menjadi bagian dari perubahan tersebut.
Redesain kurikulum KKNI yang sudah berjalan selama empat tahun perlu untuk ditelaah ulang. Hal ini terkait erat dengan distribusi matakuliah dan jenis matakuliah di dalamnya. Setidaknya dalam keseluruhan matakuliah selain kompetensi prodi adalah matakuliah nasional sebanyak tiga, universitas sebanyak delapan dan lima matakuliah di tingkat fakultas. Kesemua matakuliah dilakukan secara baik dan tidak terlalu berbeda dengan sebelumnya. Hal ini untuk memberikan kemudahan dalam aplikasi di sistem dan mahasiswa dalam mendapatkan pelajaran. Dengan pola demikian diharapkan perubahan kurikulum akan dapat berjalan baik dengan tanpa kendala di lapangan sama sekali.
Di kesempatan ini juga disinggung bidang kemahasiswaan. Hal ini menurut Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag. M.A. selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama yang menuturkan perlunya mahasiswa asing yang berasal dari empat negara. Setidaknya jika jumlah mahasiswa sekarang sebanyak 3.329 orang, maka 2 % dari jumlah tersebut harus ada dari Luar Negeri yaitu 60 orang. Dengan jumlah tersebut menjadikan fakultas siap menuju internasional. (MAS)