Dekan Melepas 118 Wisudawan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Periode I tahun Akademik 2020/2021

Sleman, 28 November 2020, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam adakan pelepasan wisudawan. Kegiatan tersebut dilepas oleh Dekan Fakultas Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag. M.Hum. Sebanyak 31 mahasiswa magister yang terdiri atas 21 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Seluruh lulusan magister bersal dari Prodi AFI.
Selain itu, dekan juga juga melepas 84 mahasiswa sarjana S1 dengan rincian 56 laki-laki dan 28 orang perempuan. Adapun rinciannya adalah AFI sebanyak 14 orang, SAA sebanyak 12 orang, SA sebanyak 22 orang, IAT sebanyak 31 orang dan ILHA sebanyak 5 orang.
Sebanyak 46 sarjana S1 lulus dengan Cumlaude dan 11 orang magister lulus cumlaude. Artinya 55 % wisudawan sarjana lulus cumlaude dan 35 % mahasiswa magister lulus cumlaude. Mereka yang mendapatkan posisi tersebut lulus maksimal 10 semester dan magister empat semester.
Jumlah di atas sebanyak 84 wisudawan S1 dan 31 Mahasiswa Magister Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam telah dilakukan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta secara daring. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu 25 Nobember 2020.
Hadir dalam pelepasan di atas adalah dekanat terdiri atas dekan, wakil dekan akademik, administrasi umjm, perencanaan keuangan dan wakil dekan kemahasiswaan dan alumni. Selain itu, juga dihadiri oleh kaprodi dan sekprodi baik di tingkat magister maupun sarjana. Seluruh wisudaaan hadir dan juga didukung tenaga kependidikan seperri Kasub Akademik dan Kasub lainnya yang hadir dalam kegiatan di atas.
Acara tersebut selain diberikan wejangan istimewa dari dekan, juga para kaprodi serta wakil dekan kemahasiswaan sebagai narsum utamanya. Kesemuanya berpesan agar mampu survive di masa pandemi Covid-19. Bahkan kaprodi Ilmu Hadis Drs. Indal Abror, M.Ag. menekankan agar alumni berperan besar sebagai problem solver di masyarakat. Selain itu jangan sampao sebagai problem maker atau part of problem.
Khusus sarjana S1, Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag. M.Hum berpesan untuk melanjutkan studi ke jenjang magsiter. Hal tersebut khusus bagi mereka yang IPK 3.25 akan mendapatkan fasilitas lulus tanpa test atau lewat portofolio. Besar harapan agar wisudawan tifak berhenti dalam belajar. (MAS).