Pentingnya Memahami Asbabul Wurud Dalam Mengamalkan Hadis

Fatcur Yunan Bachtiar Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Hadis adalah sumber hukum islam yang kedua setelah Al-Qur’an, hadis disini berfungsi untuk menguatkan suatu hukum yang ada di dalam Al-Qur’an, menjelaskan suatu hukum yang tidak ada di dalam Al-Qur’an, dan menjelaskan ayat-ayat mutsyabihat atau ayat yang samar yang memerlukan penafsiran menggunakan ayat lain atau hadis sebagai penjelas karena didalam Al-Qur’an ada ayat-ayat yang masih bersifat umum dan masih memerlukan penjelasan, dan disinilah fungsi hadis sebagai penjelas dari ayat-ayat yang masih bersifat umum tersebut, seperti didalam Al-Qur’an tidak dijelaskan bagaimana tata cara sholat namun hanya dijelaskan bahwa sholat itu diwajibkan, namun tata cara sholat tersebut dijelaskan didalam hadis seperti sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

عَنْ مَالِكٌ (قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ): وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي (رواه البخاري)

Arti hadits:

Dari Malik (telah bersabda Rasulullah saw): “Dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”(H.R. Bukhari)

dan disinilah fungsi hadis sebagai bayan ( penjelas ) dari ayat-ayat Al-Qur’an, dalam hadis dijelaskan bagaimana tata cara sholat, berwudhu dan lain sebagainya.

Hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapan ( taqrir ), dan hadis ini kadang muncul ketika ada salah seorang sahabat menanyakan atau mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya dan Nabi memberikan solusi kepada sahabat tersebut dengan sabdanya, dan kemudian para sahabat berkeinginan untuk menuliskan atau membukukan sabda nabi tersebut di pelepah kurma, tulang hewan, dan lain-lain agar umat islam bisa menerapkan atau mengamalkan apa yang dilakukan Nabi Muhammad, dan agar hadis itu juga terjaga kemurnian dan keaslian nya bahwa hadis tersebut benar-benar datang dari Nabi Muhammad Saw, namun pada awalnya nabi melarang sahabat untuk membukukan hadis tersebut karena takut bercampur dengan ayat-ayat Al-Qur’an, kemudian setelah itu nabi memperbolehkan sahabat menulis atau membukukan hadis tersebut agar umat islam bisa mengamalkan apa yang diamalkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Kemudian Hadis tersebut dijadikan pedoman yang kedua bagi umat islam setelah Al-Qur’an dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengarahkan umat islam ke jalan yang lebih baik lagi, dan bernilai ibadah ketika menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sebelum kita menerapkan hadis tersebut kita harus benar-benar mengetahui dan memahami hadis tersebut agar kita tidak salah pemahaman terhadap makna atau maksud dari hadis tersebut.

Dalam memahami suatu hadis, kita tidak bisa memahaminya hanya dengan teks saja namun kita juga harus mengetahui konteks, dan asbabul wurud atau sebab-sebab turunnya hadis tersebut, karena jika kita hanya memahami teks tanpa memahami makna dan maksud dari hadis tersebut maka kita akan salah dalam mengamalkan suatu hadis tersebut, sebelum kita menerapkan hadis tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita, kita harus benar-benar memahami isi dan maksud dari hadis tersebut agar kita tidak salah dalam mengamalkan suatu hadis.

Kemudian jika kita sudah mengetahui dan memahami hadis tersebut secara jelas dari teks, konteks, dan asbabul wurudnya, kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya keragu-raguan dalam menerapkan hadis tersebut dalam kehidupan. dan itulah pentingnya kita mengetahui dan memahami Asbabul wurud atau sebab-sebab nabi mengeluarkan sabdanya agar umat manusia tidak salah paham dalam memahami suatu hadis tersebut, dan agar kita juga bisa mengetahui bahwa hadis itu benar-benar datang dari Nabi Muhammad Saw, dan agar kita bisa mengamalkan sesuatu yang ditinggalkan Nabi Muhammad secara benar tanpa adanya kesalahpahaman dalam mengamalkannya.