Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
Rabu, 15 November 2017 04:39:52 WIB Dilihat : 103 kali

Kamis, 9 November 2017, Label Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam bekerjasama dengan LSM KAMUKA, menggelar diskusi yang bertajuk “Adat menjaga syariat, syariat menjaga adat: belajar dari warisan besar kemandirian Kalupini.” Acara tersebut berlangsung di Smart Room Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam serta dihadiri oleh kurang lebih 50 orang peserta dari berbagai kalangan.

Diskusi yang berlangsung sejak pukul 09-00-12.00 tersebut mendatangkan tiga orang pembicara, yaitu Siti Khuzaimah, Amin Tohari, dan Moh Soehadha. Dua pembicara yang pertama mempresentasikan tentang hasil penelitian mereka pada masyarakat Kalupini, Enrekang, Sulawesi Selatan. Menurut pengamatan mereka, masyarakat Kalupini itu bisa mengkolaborasikan adat dengan syariat Islam. Mereka berhasil menjaga adat dan menjaga syariat dengan baik, lalu memanfaatkannya untuk mengelola sumber daya alam. Dengan kecerdasan lokal tersebut, mereka mampu bertahan hingga kini, secara mandiri dan tanpa bantuan pemerintah.

Sedangkan pembicara terakhir, Moh Soehadha, membicarakan tentang tinjauan akademik teoritik atas hasil penelitian dua pemateri yang lain. Pada kesempatan itu Soehadha mempertanyakan apakah upaya rasionalisasi kearifan lokal seperti ini sebenarnya untuk sekedar romantisme atau untuk membuat kearifan lokal itu menjadi komuditas pariwisata, dsb.? Selain itu Soehadha juga mengungkapkan, “Penelitian yang dilakukan oleh mas Amin dan Mbk Zaim ini, sejauh pengamatan saya adalah termasuk dalam kategori penelitian etnografi realis, yaitu penelitian etnografi berupa deskripsi tapi tidak punya pikiran-pikiran nakal.” (admin)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom