Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
Rabu, 30 Agustus 2017 09:57:38 WIB Dilihat : 165 kali

AKSI BERSIH BERSIH SUNGAI GADJAH WONG MAHASISWA BARU FAKULTAS USHULUDDIN & PEMIKIRAN ISLAM TA 2017/2018

Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga baru baru ini menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK, Sebelumnya dikenal dengan OPAK) yang diikuti oleh sebanyak 456 Mahasiswa Baru, pada tanggal 24-26 Agustus 2017. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka membantu mahasiswa baru mempersiapkan diri memasuki dunia Perguruan Tinggi, dan terutama di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI), UIN Sunan Kalijaga. Mahasiswa baru merupakan calon-calon pemimpin agama, masyarakat, bangsa, dan negara yang akan memiliki peran strategis dalam menentukan arah kehidupan bangsa ini. Kesuksesan di Perguruan tinggi turut menentukan keberhasilan bangsa dan dengan alasan inilah pengenalan awal tentang kehidupan di kampus UIN Sunan Kalijaga signifikan dilaksanakan.

Dalam sambutannya Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. KH. Yudian Wahyudi pada pembukaan PBAK menyampaikan bahwa Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga harus menjadi Muslim Pancasila yang memiliki daya saing global bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Beliau juga mendorong mahasiswi baru untuk terus memperkuat kapasitas dan kualitas bersama mahasiswa laki-laki karena di UIN sudah banyak perempuan-perempuan yang patut menjadi tauladan, menjadi pimpinan, professor dan ahli di bidangnya. Rektor berpesan agar mahasiswa terus berdoa, terus membaca dan menulis, mengikuti berbagai kegiatan yang positif, meningkatkan kemampuan bahasa asing, menjadi aktifis tetapi tidak melupakan kuliah.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Dr. Alim Roswantoro, M.Ag juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Dekan menjelaskan bahwa dari sekitar 21 juta potensi usia masuk Perguruan Tinggi hanya 65000 yang berkesempatan studi, dan dari jumlah total sekitar 70.000 pendaftar UIN Sunan Kalijaga tahun 2017 mereka termasuk dari 6663 yang diterima. Oleh karena itu beliau mengingatkan agar mahasiswa baru bersyukur dengan memanfaatkan kesempatan menjadi mahasiswa sebaik mungkin karena mereka adalah kelompok pilihan. Beliau mengajak mahasiswa baru untuk mencontoh kanjeng Nabi Muhammas SAW yang pada masanya di tengah hegemoni sistem monarkhi Beliau telah menerapkan demokrasi modern sebagaimana terpatri dalam Piagam Madinah. Pancasila adalah bagian dari demokrasi modern yang harus dirawat dan direalisasikan dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan beragama. Senada dengan Dekan, wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Dr. Inayah Rohmaniyah, M.Hum, MA meyakinkan mahasiswa baru bahwa pilihan mereka untuk menjadi mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Yogyakarta adalah tepat karena FUPI adalah produsen terbanyak professor, doktor dan tokoh-tokoh agen perubahan di Indonesia. Inayah meminta mahasiswa untuk menguatkan komitmen dan membangun mimpi masa depan yang kemudian harus menjadi pemicu mereka untuk merealisasikannya.

Berbeda dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, PBAK kali ini memiliki beberapa kelebihan dan perbedaan. Kelebihan pertama adalah penekanan pada aspek relijiusitas, yang terlihat dari rangkaian acara yang selalu dimulai dengan shalat Dhuha berjamaah di Masjid UIN Sunan Kalijaga, kemudian shalat Dhuhur berjamaah dan ditutup dengan shalat Ashar berjamaah di tempat suci tersebut. Shalat berjamaah diikuti oleh semua mahasiswa baru dari seluruh Jurusan, dosen pembimbing dan juga panitia PBAK dan dilanjutkan dengan siraman rohani.

Semangat nasionalisme, keberagamaan dan inklusivisme juga menjadi kelebihan lain dari PBAK kali ini. Penanaman nilai-nilai nasionalisme dan penghormatan terhadap keberagamaan dalam rangka membangun semangat kebangsaan dan persatuan mewarnai pelaksanaan PBAK. Selain itu, juga perhatian yang besar pada peserta yang berkebutuhan khusus.

Dari sisi kepanitiaan PBAK kali ini juga berbeda karena dilaksanakan secara kolaboratif antara panitia dari unsur dosen, tenaga kependidikan dan juga mahasiswa. Kolaborasi ini menghasilkan wajah PBAK yang santun, penampilan yang sopan, ramah, anti perundungan, anti kekerasan dan penuh keceriaan. Suasana yang kondusif ini berdampak positif pada kondisi kesehatan mahasiswa baru sehingga jumlah mahasiswa yang dilaporkan sakit juga menurun secara signifikan.

PBAK juga diarahkan untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan lingkungan mahasiswa Baru Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Mereka diajak melaksanakan kegiatan bakti sosial membersihkan sungai Gadjah Wong yang terletak persis di sebelah Timur berdampingan dengan Kampus UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan baksos dilaksanakan dengan menggandeng Komunitas Pencinta Gadjah Wong dan diakhiri dengan menebar benih ikan sebanyak 5000 ekor di sungai tersebut. Masyarakat sangat mengapresiasi dan menyambut dengan gembira kegiatan baksos yang dilaksanakan oleh Panitia dan Peserta PBAK dan berharap agar kegiatan tersebut akan berkelanjutan.

Pemaduan nilai-nilai relijiusitas, intelektualitas, nasionalisme dan kepekaan sosial dan lingkungan dalam PBAK diharapkan akan menjadi modal awal bagi mahasiswa baru untuk memasuki kehidupan barunya di Perguruan Tinggi. Nilai-nilai tersebut akan menjadi identitas kolektif mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, sehingga kelak diharapkan sukses menyelesaikan studi dan terjun di masyarakat menjadi agen-agen perubahan yang akan menebarkan Islam yang rahmatan lil-alamin. (Bidang Kemahasiswan & Kerjasama FUPI)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom