Ormawa FUPI selenggarakan The 1st International Student Conference of Ushuluddin and Islamic Thought 2020.

Organisasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI)UIN Sunan KalijagaYogyakarta menggelar The 1st International Student Conference of Ushuluddin and Islamic Thought (ISCUSHITH) dengan tema “Youth, Pandemic, Media, and Religous Contemporery Issues” yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 November 2020 via Zoom Meeting.

Acara yang digelar secara daring tersebut menghadirkan para narasumber dari lintas disiplin keilmuan seperti, Prof. Etin Anwar, Ph. D, Dosen Religious Studies di Hobart and William Smith Colleges, New York., Dr. Mustadin, M.Si sebagai Perwakilan dari deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Ibnu Nadzir, M.Sc, Peneliti Masyarakat dan Budaya LIPI, Savic Ali, Direktur NU Online dan FounderMedia Islami.co serta Koordinator PPI Dunia, yakni Choirul Anam.

Ketua Panitia ISCUSHITH, Ferdiansah dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara ini. Ia juga mengucapkan selamat datang kepada para Narasumber dan seluruh presenter pada ISCUSHITH ini.

Pria yang juga Demisioner Ketua SEMA FUPI tersebut menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 ini, kita selaku generasi muda memiliki peran untuk merespon persoalan yang terjadi di sekitar kita. teriutama isu-isu keagamaan dan keindonesiaan kotemporer.

“Dalam kesempatan ini, terdapat delapan Sub-Tema yang kami usung, diantaranya: Leadership, Politics, Technology, Culture, Education, Islamic Studies, Religious Studies, dan History. Semoga dari pada acara ISCUSHITH ini, kita dapat mengumpulkan para karya para pemuda yang dapat memberikan sedikit kontribusi terhadap wacana intelektual kontemporer, ungkapnya”.

Acara Panel yang berlangsung via Zoom Meeting ini dihadiri oleh sekitar 180 peserta dari berbagai kampus di Indonesia. Sedangkan dalam pelaksanaan Paralel Session nya terdapat sekitar 41 Presenter Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya yang cukup jauh berasal dari UIN Ar-Raniry, Aceh, hingga IAIN Manado.

Sebagai pembuka, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Dr. Inayah Rohmaniyah, M.Hum.,M.A. menyampaikan apresiasi terhadap acara internasional pertama yang digagas oleh Organisasi Mahasiswa ini. Ia menyampaikan sebagai umat beragama dan juga seorang akademisi kita harus memberikan solusi alternatif terhadap isu-isu kontemporer yang berkembang baik nasional maupun internasional.

“Saya berharap acara ini dapat memberikan kontribusi yang tidak hanya menjadi diskursus dan wacana belaka,” ucap Inayah saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Phil. Al Makin, M.A sebagai Keynote Speaker menyampaikan tentang pentingnya peran pemuda di era digital ini serta pentingnya penguasaan bahasa international bagi para pemuda, khususnya mahasiswa. Dalam sambutannya Al Makin menyampaikan pentingnya bahasa dalam kehidupan saat ini, khususnya sebagai insan akademis, ia meminjam bahasanya Wetgeinsten, semakin banyak penguasaan kosakata seseorang, maka itu menunjukkan kualitas intelektualnya.

“Saya harap keberanian mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dalam menyelenggarakan acara ini dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, tutupnya”.

Terakhir, Closing Remarks disampaikan oleh wakil dekan III FUPI, Dr. Sofiyullah Mz, Ia menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah memberikan pemaparannya dengan sangat baik dan kepada para peserta dan presenter yang telah berpartisipasi aktif dalam forum. Ia menambahkan bahwa pandemic covid-19 telah menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap kehidupan manusia.

“Ini adalah realitas, kalau dulu orang menggunakan masker itu rishi, karena dianggap orang yang sakit, seharusnya tinggal di rumah. Terjadi perubahan paradigma yang luar biasa serta perubahan tatanan sosial masyarakat. Dulu di ruang publik, orang yang tidak menggunakan masker dianggap sakit, sedangkan hari ini jika di ruang publik orang tidak menggunakan maskerlah yang dianggap sakit dan berpotensi untuk menjadi sakit/terserang covid-19, tutupnya”.