Dekanat Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam sebagai Narsum Sarasehan dalam Rangka Temu Wali Mahasiswa Baru

Inti acara temu wali mahasiswa baru adalah sarasehan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua kegiatan yang dilakukan di kampuis oelh anak-anaknya. Berkaitan dengan hal-hal yang disampaikan sebelumnya, berikutnya berlanjut untuk materi inti pada sarasehan ini, Intisari yang dapat diambil dalam sarasehan kali ini yaitu sebagai berikut :

Bu Dekan, Dr. Inayah Rahmaniyah, S.Ag. M.A. M.Hum, berharap agar bapak-ibu bisa mendorong putra-putrinya untuk menggunakan fasilitas atau memanfaatkan kapasitas anak-anak kita sehingga bisa mencapai apa yang mereka cita-citakan karena di Fakultas Ushuluddin fasilitasnya sangat mendukung untuk mengantarkan putra-putri kita menggapai apa yang dicita-citakan. Kemudian beliau menjelaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga umurnya sudah tua, kemarin ulang tahun ke-69. Fakultas Ushuluddin berdiri bersamaan dengan berdirinya IAIN Sunan Kalijaga pada tanggal 24 Agustus 1960, sesuai dengan Peraturan Presiden No 11 tahun 1960.

Secara umum, beliau menjelaskan bahwa fakultas Ushuluddin itu lebih banyak konsentrasi kepada pemikiran dan penelitian, karena lulusan ushuluddin akan menjadi pemimpin masa depan. Mereka dilatih dan dididik mengkaji dan meneliti permasalahan yang ada sehingga nanti bisa memberdayakan masyarakat, bisa menyelasikan permasalahan yang ada di masyarakat, karena sudah terbiasa mengkaji riset penelitian tingkat lokal maupun nasional, berpikir kritis, dengan demikian bisa memajukan masyarakat di sekitarnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik. Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga. Materi yang disampaikan adalah tentang keunggulan fakultas di mana fakultas Ushuluddin memiliki akreditasi A empat prodi Sarjana S1 dengan nilai A dan satu prodi berniolai B. sedangkan prodi Magister bernilai B untuk Filsafat sedangkan dua prodi lainnya sedang dalam pengusulan karena baru dibuka setahun lamanya. Mahasiswa harus memenuhin 144 SKS untuk S1 dan S2 sebanyak 36 SKS. Kurikulum mahasiswa angkatan 2020/2021 adalah kurikulum Merdeka yang berbasis KKNI dan SNPT. Mahasiswa harus mapu menyelesaiakan dengan baik selama 4 tahun dan magister dua tahun lamanya.

Alfatih juga menjelaskan tentang Perkuliahan di fakultas didukung SDM yang handal professor dan asisten professor baik lulusan dalam maupun luar negeri. Selain itu, terdapat fasilitas internet dengan wifi yang dapat diakses dalam pembelajaran. Juga terdapat fasilitas akademik yang dapat diakses mahasiswa dan wali mahasiswa serta e-learning yang dapat dijadikan saraba pembelajaran. Mahasiswa tidak ada alasan lagi untuk tidak lulus dengan tepat waktu. Mahasiswa selalu akses perpustakaan yang telah melanggan buku dan jurnal secara elektronik dan bahkan UPT Perpustakaan merupakan salah satu perpustakaan terbaik nasional dengan akreditasi A dan fasiitas modern.

Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan materi (Kemahasiswaan, kerjasama, dan Alumni), materi ini disampaikan oleh Wakil Dekan III, berikut hal-hal yang disampaikan, yaitu:

Bahwa mahasiswa baru harus menempuh kehidupan di asrama atau di pondok pesantren selama satu tahun pertama di awal semester. Ada sekitar 18 Pesantren yang visi misinya sudah bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Seperti Pesantren Wahid Hasyim, Ulul Albab, Pesantren Mahasiswa Al Muhsin dan lain sebagainya. Karena lingkungan putra-putri bapak-ibu semua juga berpengaruh terhadap ilmu yang masuk kepada mereka, diharapkan ketika tinggal di pondok pesantren, purti-putri kita bisa menanamkan nilai-nilai kepesantrenan dan keagamaan sehingga bisa menjadi mahasiswa yang tidak hanya pintar dalam akademis tapi juga cerdas secara akhlak dalam beragama.

Kemudian seputar beasiswa yang akan disalurkan kepada mahasiswa itu, yang pertama Beasiswa Kartu Indonesia pintar Kuliah (KIP-K) untuk mahasiswa yang secara ekonominya menengah kebawah. Selanjutnya ada beasiswa mahasiswa khusus untuk IPK nya 3,25 keatas dan naik di setiap semester. Ada juga beasiswa khusus mahasiswa yang mempunyai bakat di bidang tertentu seperti keolahragaan atau bidang-bidang lainnya, beasiswa tahfidz minimal 20 juz, dan beasiswa kerjasama dari perusahaan.

“Marilah kita saling percaya, kita sudah bagikan nomor kontak whatsapp, silahkan jika ada yang perlu ditanyakan silahkan langsung konfirmasi kepada kita. Tapi, bahwa yang lebih penting putra-putri bapak-ibu sudah siap untuk dilatih menjadi para pemikir, para akademisi, para peneliti, para agen perubahan di masyarakat, maka jika ada pertanyaan atau sesuatu yang aneh silahkan diskusi dengan putra-putri bapak-ibu sekalian, karena dsikusi itulah yang akan membuat agama bermanfaaat li kulli zaman wal makan”. Demikian pesan terakhir yang disampaikan oleh Dr. Shofiyullah Muzammil, M.Ag. (Yahdi/Elicea/MAS)