Fak. Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Cirebon Adakan Kunjungan Ke Fak. Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Jum'at 23 Agustus 2019 civitas akademika Fak. Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Cirebon berkunjung Ke Fak. Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka datang dengan tujuan utama pembuatan fakultas baru atau pemecahan fakultas. Rombongan yang ke Yogyakarta dengan 23 orang 7 di antaranya ke Fak. Ushuluddin. Di antara ketujuh yang hadir adalah wakil dekan 2 dan kasub akademik.

Sementara di pihak fakuktas Ushuluddin diwakili oleh WD 1, Dr. H. Fahruddin Faiz, M.Ag. dan Dr. Inayah Rohmaniyah, M. Ag. selaku WD3. Beliau berdua menjelaskan institusi yang dipimpin oleh Dr. Alim Roswantoro, M.Ag. melalui bidang kedua dekan tersebut yakni akademik, kemahasiswaan dan kerjasama. Setidaknya, menurut keduanya diperlukan pengembangan diri dalam rangka pemekaran kampus atau fakultas.

Kabag TU IAIN Cirebon dalam kesempatan ini menjelaskan tentang keberadaan kampusnya di IAIN Cirebon. Di awal pembentukan IAIN terkadang jurusan yang ada dibuat satu fakultas namun bisa 3 rasa di dalamnya, FUAD fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah atau nama lain. Namun, sekarang seiring perkembangan yang ada terkait dengan SDM dan Mahasiswa serta yang lainnya maka diperlukan pengembangan menjadi Fak. Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Fak. Adab dan Hunaniora serta Fak. Dakwah dan Komunikasi. Oleh karena itu, civitas akademika IAIN Cirebon berkunjunf ke Jogja untuk mendapatkan pencerahan atas hal tersebut.

Naskah akademik untuk pembukaan prodi dan fakultas harus tertulis jelas dalam renstra dan RIP di fakutas sebelumnya. Hal tersebut sering diabaikan padahal menjadi bagian perkembangan sebuah institusi. Selain itu, keberlangsungan kehidupan prodi dan fakultas perlu digambarkan secara jelas ketersediaan anggaran dan fasilitas serta prasarana. Dengan demikian, perubahan fakultas merupakan kebutuhan dan bukan beban. (MAS)